Kedua narasumber tersebut ialah Prof. Dr. Hj. Suti'ah, M.Pd., Ketua Program Studi Doktor UIN Malang, dan Prof. Dr. Khairul Hidayah, M.H., Guru Besar Hukum Ekonomi sekaligus pakar publikasi ilmiah internasional.
Acara diikuti oleh Wakil Rektor I IAIH Pancor, Dr. H. Abdul Hayyi Akrom, M.Pd., bersama para dosen di lingkungan kampus. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas kehadiran kedua profesor tersebut dan berharap kegiatan ini mampu menjadi motivasi bagi para dosen untuk terus meningkatkan kompetensi akademik hingga meraih jabatan fungsional tertinggi sebagai guru besar.
Menurutnya, jabatan profesor merupakan wujud dedikasi seorang dosen terhadap pelaksanaan tridarma perguruan tinggi. Selain telah berkualifikasi doktor, dosen juga dituntut aktif melakukan penelitian dan menghasilkan publikasi ilmiah bereputasi internasional.
Ia menambahkan bahwa penguatan budaya riset dan publikasi menjadi salah satu fokus pengembangan perguruan tinggi Islam saat ini. Karena itu, forum Visiting Professor diharapkan dapat mendorong lahirnya lebih banyak karya ilmiah berkualitas dari dosen-dosen IAIH Pancor.
Dalam sesi pemaparan, Prof. Suti'ah menegaskan bahwa gelar guru besar bukan sekadar capaian akademik, tetapi juga bentuk pengabdian kepada dunia pendidikan. Seorang dosen, katanya, harus terus belajar, menulis, meneliti, mempublikasikan hasil riset, serta mengabdi secara konsisten.
Ia juga menjelaskan bahwa keberadaan profesor memiliki peran penting dalam memperkuat kualitas institusi, mendukung peningkatan akreditasi, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap perguruan tinggi.
Sementara itu, Prof. Khairul Hidayah membagikan berbagai strategi agar karya ilmiah dapat diterima di jurnal internasional bereputasi. Sebagai Editor-in-Chief jurnal Jurisdictie yang telah terindeks Scopus, ia menjelaskan pentingnya menentukan topik penelitian yang relevan, menyusun metodologi yang kuat, serta menulis artikel sesuai standar jurnal internasional.
Ia mengajak para dosen memanfaatkan potensi lokal Lombok sebagai sumber penelitian. Menurutnya, kekayaan budaya, kehidupan sosial, serta berbagai persoalan hukum dan ekonomi di daerah dapat menjadi tema penelitian yang memiliki nilai akademik tinggi di tingkat global.
Prof. Khairul juga menekankan bahwa publikasi pada jurnal terindeks Scopus merupakan salah satu syarat penting dalam proses pengajuan jabatan guru besar, sehingga budaya meneliti dan menulis perlu terus diperkuat sejak dini.
Sebagai penutup kegiatan, IAIH Pancor dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) yang mencakup kerja sama dalam pengembangan kelembagaan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan publikasi ilmiah.
Kedua guru besar tersebut berharap kerja sama akademik yang telah terjalin dapat melahirkan lebih banyak profesor dari IAIH Pancor sehingga pada kunjungan berikutnya mereka dapat berdiskusi sebagai sesama guru besar dalam membangun kemajuan pendidikan tinggi Islam di Indonesia. (Alfi H)
