Menuju Kampus Informatif, Rektor UIN Mataram Perkuat Peran PPID Dukung Akreditasi Internasional ACQUIN

Mataram, NTBVision.com – Rektor UIN Mataram, Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag., menegaskan komitmen kampus dalam memperkuat keterbukaan informasi publik sebagai bagian dari transformasi menuju kampus yang informatif sekaligus mendukung persiapan akreditasi internasional ACQUIN.

Menurut Rektor, tata kelola informasi yang terbuka, transparan, dan mudah diakses menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun perguruan tinggi yang akuntabel serta berorientasi pada peningkatan mutu.

"UIN Mataram harus terus bergerak menjadi Kampus Informatif. Informasi mengenai program, layanan, maupun capaian institusi tidak boleh hanya tersimpan dalam dokumen internal, tetapi harus dapat diakses masyarakat secara cepat, mudah, dan akurat," ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa pengelolaan informasi yang baik juga memiliki peran strategis dalam proses akreditasi internasional ACQUIN. Berbagai dokumen akademik, kebijakan, layanan mahasiswa, kegiatan penelitian, pengabdian kepada masyarakat, kerja sama, hingga sistem penjaminan mutu harus terdokumentasi dengan rapi dan mudah ditelusuri.

"Akreditasi internasional menuntut tersedianya data dan bukti pendukung yang lengkap. Karena itu, PPID, pengelola website, dan seluruh unit kerja harus bersinergi memastikan setiap informasi selalu diperbarui dan terdokumentasi secara baik," katanya.

Dalam Workshop Pengisian Self-Assessment Report (SAR) ACQUIN, seluruh operator website di tingkat rektorat maupun fakultas didorong untuk melakukan pembaruan konten pada laman masing-masing. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sistem keterbukaan informasi publik sekaligus mewujudkan UIN Mataram sebagai kampus dengan predikat Informatif.

Iklan
Rektor juga mengingatkan bahwa pengelolaan website tidak boleh dianggap sekadar pekerjaan teknis. Website merupakan wajah digital universitas yang menjadi sumber informasi utama bagi masyarakat, calon mahasiswa, mitra, hingga lembaga internasional untuk mengenal kualitas dan berbagai prestasi UIN Mataram.

"Website adalah etalase institusi. Berbagai program, inovasi, dan prestasi yang dimiliki harus tersaji dengan baik agar dapat diketahui publik. Oleh karena itu, seluruh unit harus bekerja secara terintegrasi dalam mengelola informasi," tegasnya.

Penguatan fungsi PPID dan optimalisasi pengelolaan website merupakan bagian dari strategi UIN Mataram dalam membangun ekosistem layanan informasi publik yang modern, responsif, dan berbasis digital. Kolaborasi antara PPID, Tim ACQUIN, operator website, serta seluruh unit kerja diharapkan mampu memperkuat penyusunan dokumen Self-Assessment Report (SAR) sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan informasi kepada masyarakat.Menuju Kampus Informatif, Rektor UIN Mataram Perkuat Peran PPID Dukung Akreditasi Internasional ACQUIN

Mataram, NTBVision.com – Rektor UIN Mataram, Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag., menegaskan komitmen kampus dalam memperkuat keterbukaan informasi publik sebagai bagian dari transformasi menuju kampus yang informatif sekaligus mendukung persiapan akreditasi internasional ACQUIN.

Menurut Rektor, tata kelola informasi yang terbuka, transparan, dan mudah diakses menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun perguruan tinggi yang akuntabel serta berorientasi pada peningkatan mutu.

"UIN Mataram harus terus bergerak menjadi Kampus Informatif. Informasi mengenai program, layanan, maupun capaian institusi tidak boleh hanya tersimpan dalam dokumen internal, tetapi harus dapat diakses masyarakat secara cepat, mudah, dan akurat," ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa pengelolaan informasi yang baik juga memiliki peran strategis dalam proses akreditasi internasional ACQUIN. Berbagai dokumen akademik, kebijakan, layanan mahasiswa, kegiatan penelitian, pengabdian kepada masyarakat, kerja sama, hingga sistem penjaminan mutu harus terdokumentasi dengan rapi dan mudah ditelusuri.

"Akreditasi internasional menuntut tersedianya data dan bukti pendukung yang lengkap. Karena itu, PPID, pengelola website, dan seluruh unit kerja harus bersinergi memastikan setiap informasi selalu diperbarui dan terdokumentasi secara baik," katanya.

Dalam Workshop Pengisian Self-Assessment Report (SAR) ACQUIN, seluruh operator website di tingkat rektorat maupun fakultas didorong untuk melakukan pembaruan konten pada laman masing-masing. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sistem keterbukaan informasi publik sekaligus mewujudkan UIN Mataram sebagai kampus dengan predikat Informatif.

Rektor juga mengingatkan bahwa pengelolaan website tidak boleh dianggap sekadar pekerjaan teknis. Website merupakan wajah digital universitas yang menjadi sumber informasi utama bagi masyarakat, calon mahasiswa, mitra, hingga lembaga internasional untuk mengenal kualitas dan berbagai prestasi UIN Mataram.

"Website adalah etalase institusi. Berbagai program, inovasi, dan prestasi yang dimiliki harus tersaji dengan baik agar dapat diketahui publik. Oleh karena itu, seluruh unit harus bekerja secara terintegrasi dalam mengelola informasi," tegasnya.

Penguatan fungsi PPID dan optimalisasi pengelolaan website merupakan bagian dari strategi UIN Mataram dalam membangun ekosistem layanan informasi publik yang modern, responsif, dan berbasis digital. Kolaborasi antara PPID, Tim ACQUIN, operator website, serta seluruh unit kerja diharapkan mampu memperkuat penyusunan dokumen Self-Assessment Report (SAR) sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan informasi kepada masyarakat.(Alfi)

Lebih baru Lebih lama