Mengenang John L. Esposito: Akademisi yang Menjadi Jembatan Dialog antara Barat dan Islam

 
Profesor John L. Esposito, salah satu pakar studi Islam paling berpengaruh di Amerika Serikat, wafat pada 15 Juli 2026 dalam usia 86 tahun. Kepergiannya menjadi kehilangan besar bagi dunia akademik dan dialog antaragama karena selama lebih dari lima puluh tahun ia mendedikasikan hidupnya untuk memperkenalkan Islam secara objektif kepada masyarakat Barat.

Lahir di Brooklyn, New York, pada tahun 1940, Esposito memperoleh banyak inspirasi intelektual dari cendekiawan Muslim terkemuka Isma'il Raji al-Faruqi. Pengaruh tersebut membentuk pandangannya bahwa Islam harus dipahami berdasarkan ajaran dan sejarahnya sendiri, bukan melalui prasangka atau stereotip yang berkembang di Barat.

Karier akademiknya dimulai di College of the Holy Cross di Massachusetts, tempat ia mengajar agama-agama dunia dan memimpin Departemen Studi Keagamaan. Selanjutnya, ia bergabung dengan Universitas Georgetown, yang kemudian menjadi tempat pengabdiannya hingga akhir hayat.

Di Georgetown, Esposito dipercaya sebagai Profesor dalam bidang Agama, Hubungan Internasional, dan Studi Islam. Pada tahun 1993 ia mendirikan Pusat Pemahaman Muslim-Kristen, yang kemudian dikenal sebagai Prince Alwaleed bin Talal Center for Muslim-Christian Understanding. Lembaga ini berkembang menjadi salah satu pusat kajian dialog antaragama yang paling berpengaruh di dunia.

Komitmennya melawan prasangka terhadap Islam juga diwujudkan melalui pendirian Bridge Initiative, sebuah proyek penelitian yang memantau dan mengkaji fenomena Islamofobia serta mendorong pemahaman yang lebih adil terhadap umat Islam.

Selama kariernya, Esposito menghasilkan lebih dari 50 buku, baik sebagai penulis, editor, maupun penulis bersama. Karya-karyanya telah diterjemahkan ke dalam puluhan bahasa dan menjadi rujukan penting di berbagai universitas. Beberapa bukunya yang paling dikenal antara lain The Straight Path, The Islamic Threat: Myth or Reality?, The Future of Islam, What Everyone Needs to Know About Islam, dan Islamophobia: The Challenge of Pluralism in the 21st Century.

Salah satu karya yang paling berpengaruh ialah Who Speaks for Islam? What a Billion Muslims Really Think, yang ditulis bersama Dalia Mogahed. Buku tersebut didasarkan pada puluhan ribu wawancara di berbagai negara mayoritas Muslim sehingga memberikan gambaran empiris mengenai pandangan umat Islam sekaligus membantah banyak stereotip yang berkembang.

Selain aktif menulis, Esposito juga menjadi editor berbagai ensiklopedia penting, seperti The Oxford Dictionary of Islam, The Oxford History of Islam, dan The Oxford Encyclopedia of the Islamic World, yang hingga kini menjadi referensi utama dalam studi Islam.

Sebagai seorang Katolik yang taat, Esposito meyakini bahwa keyakinan terhadap agama sendiri tidak menghalangi seseorang untuk menghormati tradisi agama lain. Prinsip inilah yang menjadi dasar pendekatannya dalam membangun dialog lintas agama.

Atas dedikasinya, ia menerima berbagai penghargaan internasional dan pernah memimpin organisasi akademik bergengsi, termasuk Middle East Studies Association of North America dan American Academy of Religion.

Kepergiannya mendapat penghormatan dari berbagai tokoh dunia. Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengenangnya sebagai sahabat lama yang telah memberikan kontribusi besar dalam membangun pemahaman Barat terhadap Islam, terutama setelah peristiwa 11 September 2001.

Ucapan belasungkawa juga datang dari akademisi Palestina-Amerika Sami Al-Arian, yang menyebut Esposito bukan hanya seorang ilmuwan besar, tetapi juga sahabat yang selalu menghadirkan harapan dan membangun jembatan di tengah berbagai perbedaan.

Sementara itu, Council on American-Islamic Relations (CAIR) menilai Esposito sebagai sosok yang sepanjang hidupnya berupaya meluruskan berbagai kesalahpahaman tentang Islam. Melalui karya ilmiah, pengajaran, dan dialog publik, ia telah membantu mendidik mahasiswa, peneliti, jurnalis, pembuat kebijakan, serta masyarakat luas agar memiliki pemahaman yang lebih objektif mengenai Islam.

Warisan intelektual John L. Esposito akan terus hidup melalui karya-karyanya. Ia dikenang sebagai akademisi yang menunjukkan bahwa ilmu pengetahuan dapat menjadi sarana membangun dialog, menghapus prasangka, dan mempererat hubungan antarmanusia lintas agama dan peradaban. (Alfi H)


Lebih baru Lebih lama