Iwan menilai keberadaan PJU menjadi salah satu infrastruktur penting yang mendukung keselamatan pengguna jalan sekaligus menunjang pengembangan sektor pariwisata di NTB. Karena itu, ia berharap program pemasangan lampu jalan tahun depan dapat dilaksanakan secara merata di seluruh kabupaten dan kota.
"Harapannya, titik pemasangan PJU pada 2026 dapat dibagi secara proporsional di seluruh kabupaten/kota agar pembangunan infrastruktur lebih merata," ujarnya di Mataram.
Ia mengungkapkan, pada 2025 pemerintah provinsi memang telah melaksanakan pemasangan PJU di sejumlah lokasi. Namun, penyebarannya dinilai belum menjangkau seluruh wilayah sehingga masih banyak ruas jalan provinsi yang belum memiliki penerangan memadai.
Menurut Iwan, kondisi tersebut cukup disayangkan mengingat alokasi anggaran pemasangan PJU pada 2025 mencapai sekitar Rp18–19 miliar dengan ratusan titik pemasangan. Sementara pada 2026, anggaran yang disiapkan disebut hanya sekitar Rp2 miliar.
"Anggaran tahun lalu jauh lebih besar, tetapi pemasangannya belum merata. Ini menjadi perhatian agar ke depan distribusinya bisa lebih adil," katanya.
Politikus Partai Gerindra itu juga menilai peningkatan fasilitas penerangan jalan sejalan dengan visi pemerintah daerah dalam memperkuat sektor pariwisata. Infrastruktur yang memadai, termasuk PJU, dinilai penting untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan.
Karena itu, ia mendorong Dinas Perhubungan Provinsi NTB melakukan penyesuaian anggaran PJU pada 2026 agar cakupan pemasangan dapat diperluas. Menurutnya, pemerataan penerangan jalan akan mendukung pembangunan infrastruktur sekaligus memperkuat daya saing destinasi wisata di berbagai daerah di NTB.
Ia berharap alokasi anggaran yang disusun pada tahun depan mampu menjawab kebutuhan penerangan jalan di seluruh kabupaten dan kota sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan secara lebih merata oleh masyarakat.
