Pelepasan yang berlangsung di halaman Rektorat Unram, Rabu (1/7), mengusung tema "KKN Pemberdayaan Masyarakat Desa Unram Program Berdampak, Desa Berdaya". Kegiatan dihadiri pimpinan universitas, dosen pembimbing lapangan, tamu undangan, serta seluruh mahasiswa peserta KKN.
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unram, Dr. Andi Chairil Ichsan, menjelaskan sebanyak 1.823 mahasiswa dibagi ke dalam 184 kelompok. Mereka akan ditempatkan di 33 desa di Lombok Barat, 42 desa di Lombok Tengah, 75 desa di Lombok Timur, dan 33 desa di Lombok Utara, sementara satu kelompok akan menjalankan KKN Internasional di Vietnam.
Menurutnya, pelaksanaan KKN tahun ini melibatkan berbagai program kolaboratif dengan sejumlah lembaga nasional maupun internasional. Di antaranya KKN Kolaboratif Nasional bersama Universitas Brawijaya dan Universitas Jenderal Soedirman, KKN Keamanan Pangan bersama BPOM, KKN Literasi dengan Perpustakaan Nasional RI, KKN ProKlim bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan GIZ Clarity, serta KKN Tangguh Bencana bekerja sama dengan SEAMEO RECFON.
Ia juga mengingatkan mahasiswa agar menjaga nama baik almamater dan menjalankan seluruh program kerja secara optimal selama berada di lokasi pengabdian.
Sementara itu, Rektor Unram, Prof. Dr. Sukardi, menegaskan bahwa KKN merupakan ruang belajar bersama masyarakat, bukan sekadar menjalankan program atau memberikan penyuluhan.
"KKN bukan datang untuk mengajari masyarakat, tetapi belajar bersama masyarakat. Mahasiswa harus mampu membaca kondisi di lapangan, kemudian menawarkan solusi berdasarkan ilmu pengetahuan, kolaborasi, dan empati," ujarnya.
Ia menekankan agar setiap desa dijadikan sebagai laboratorium pembelajaran sehingga program yang dijalankan benar-benar berangkat dari kebutuhan dan potensi masyarakat setempat.
Menurut Sukardi, keberhasilan KKN tidak diukur dari banyaknya laporan yang dihasilkan, melainkan dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat. Ia berharap mahasiswa mampu menghadirkan dampak di bidang ekonomi, sosial, maupun lingkungan.
Prosesi pelepasan ditandai dengan penyerahan atribut KKN secara simbolis kepada perwakilan mahasiswa oleh Rektor Unram, yang kemudian dilanjutkan dengan pelepasan burung merpati sebagai simbol dimulainya pengabdian mahasiswa di berbagai daerah.
Melalui program ini, Unram berharap para mahasiswa tidak hanya mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga menjadi agen perubahan yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan masyarakat di Nusa Tenggara Barat hingga tingkat internasional.
