Dari Kawasan Sepi Jadi Ikon Akhir Pekan, Ini Kisah Sukses Car Free Nite Lombok Barat

LOMBOK BARAT - Siapa sangka kawasan Kompleks Kantor Bupati Lombok Barat yang dulu sepi saat sore hari, kini berubah menjadi salah satu pusat keramaian paling ramai di Lombok. Lewat program Car Free Nite (CFN) yang digelar rutin setiap Sabtu malam di Giri Menang Park, kawasan tersebut kini menjadi ruang berkumpul masyarakat sekaligus penggerak ekonomi lokal.

Ide menghadirkan Car Free Nite lahir dari kegelisahan Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini melihat kawasan perkantoran yang nyaris tak beraktivitas setelah jam kerja.

Dari pengamatan itu, ia kemudian menggagas sebuah ruang publik yang hidup setiap akhir pekan dengan menghadirkan hiburan, kuliner, dan aktivitas masyarakat.

Kini Jadi Magnet Ribuan Pengunjung

Program yang mulai berjalan sejak April 2025 tersebut berkembang pesat. Jika pada awal pelaksanaannya seluruh kegiatan masih didukung anggaran pemerintah daerah, kini pengelolaannya sepenuhnya dilakukan oleh para pelaku UMKM.

Saat ini, sekitar 350 UMKM rutin membuka lapak setiap Sabtu malam. Tak hanya menawarkan beragam kuliner dan produk lokal, Car Free Nite juga menyuguhkan pertunjukan seni, budaya, hingga hiburan yang dikelola langsung oleh asosiasi UMKM.

Keberadaan Car Free Nite pun dinilai berhasil melahirkan pusat pertumbuhan ekonomi baru di Lombok Barat sekaligus memberikan ruang promosi bagi pelaku usaha lokal.

Resmi Kantongi HAKI

Konsistensi penyelenggaraan setiap pekan membuahkan hasil. Car Free Nite Lombok Barat kini telah resmi memperoleh Hak atas Kekayaan Intelektual (HAKI) sebagai identitas kegiatan.

Dengan konsep yang memadukan ekonomi kreatif, hiburan, dan budaya lokal, Car Free Nite kini tak hanya menjadi agenda favorit warga Lombok Barat, tetapi juga mulai dikenal sebagai salah satu ikon destinasi malam di Pulau Lombok.


Lebih baru Lebih lama